Sekintang Dayo Tour and Travel

Melayaning Booking Ticket Semua Maskapai, Umroh dan Haji, Call Us at 0812 7411 695

Sekintang Dayo Tour and Travel

Melayaning Booking Ticket Semua Maskapai, Umroh dan Haji, Call Us at 0812 7411 695

Sekintang Dayo Tour and Travel

Melayaning Booking Ticket Semua Maskapai, Umroh dan Haji, Call Us at 0812 7411 695

Sekintang Dayo Tour and Travel

Melayaning Booking Ticket Semua Maskapai, Umroh dan Haji, Call Us at 0812 7411 695

Sekintang Dayo Tour and Travel

Melayaning Booking Ticket Semua Maskapai, Umroh dan Haji, Call Us at 0812 7411 695

Kamis, 15 November 2012

Sifat-Sifat Islami Yang Mendasar






ِإنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنِ اهْتَدَى بِهُدَاهُ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ.
يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ.
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَآءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِيْ تَسَآءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا.
يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا. يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا. أَمَّابَعْدُ؛
 Segala puji hanya bagi  Allah SWT, karena atas rakhmat dan hidayahnyalah kita semua ini diberikan kekuatan, kesehatan dan berbagai macam kenikmatan lainnya yang tidak akan mampu kita sebutkan jenisnya dan tidak pula dapat kita hitung banyaknya. Nikmat terbesar yang Allah berikan kepada kita adalah nikmat iman dan amal sholeh. Dan nikmat yang lebih besar lagi adalah nikmat bagaimana diri kita, harta kita, disibukkan dalam perkara agama. Diri kita dan harta kita dipilih oleh Allah dalam meningggikan kalimah iman (kalimat tauhid), hakekat dan  maksud  daripada  kalimah
 لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ ُ 

Sesungguhnya Allah SWT, telah meletakkan dan menetapkan bahwa kebahagiaan, kesuksesan, kehebatan dan kejayaan ummat manusia (islam), ada dalam iman dan amal agama yang sempurna. Iman dan amal agama yang sempurna adalah iman dan amal agama yang dicontohkan oleh baginda Rasulullah SAW dan telah diikuti oleh para sahabat radhiallahum ajmain. Sehingga kejayaan, kehebatan, kesuksesan ummat manusia (islam) ini dalam sejarah di dunia ini adalah ditandai sejak zaman kepemimpinan bagi Rasulullah SAW diikuti oleh para sahabat, tabi’ tabiin, tabiut tabiin, waliyullah dan para syuhada sehingga 2/3 dunia dikuasai oleh ummat islam yang hanya digambleng oleh Rasulullah SAW dalam kurun waktu 23 tahun saja. Sehingga dengan  sempurnanya iman dan amal sholeh walau jumlah ummat islam sedikit namun disegani, dikagumi dan ditakuti kaum kuffar. Kekuatan, kehebatan, kejayaan ummat islam bukanlah karena senjata yang canggih, ekonomi yang maju, badan yang kekar tetapi kejayaan, kehebatan, kekuatan ummat islam karena iman dan amal yang sempurna sehingga Allah ridho terhadap mereka dan merekapun ridho atas kehendak Allah dan Rasulnya, sehingga pada setiap suasana dan keadaan Allah bersama mereka, pertolongan Allah nusrotullah ada bersama mereka.

Ummat islam saat ini belum mampu amalkan agama dengan sempurna karena lemahnya iman. Parasahabat Radiallahu‘anhum ajmain mampu amalkan agama dengan sempurna karena memiliki 6 (enam) sifat yang mulia. Ummat saat ini akan mampu amalkan agama dengan sempurna apabila memiliki 6 (enam) sifat mulia para sahabat. Adapun 6 (enam) sifat mulia para sahabat tersebut adalah

1.   Yakin akan kalimah iman “Laailahaillah Muhammadurrasulullah”.
2.   Sholat khusu’ wal khudu’
3.   Ilmu Ma’a zikir
4.   Ikhlasunniyah
5.   Ikramulmuslimin
6.   Da’wah wattabligh khuruj fi sabilillah
 
Keenam sifat mulia para sahabat tersebut bukanlah merupakan kesempurnaan agama, tetapi apabila 6 (enam) sifat mulia tersebut wujud dalam diri kita, maka kitapun insya Allah akan mampu untuk mengamalkan agama dengan sempurna. Ke 6 (enam) sifat para sahabat tersebut memiliki arti, maksud, manfaat dan cara mendapatkannya, yakni

1.   Yakin akan kalimah iman “Laailahaillah Muhammadurrasulullah”.

      Arti Laailahaillah =    Tiada tuhan yang berhak disembah selain Allah

      Maksudnya = Kita keluarkan kebesaran,kehebatan,kekuatan (dll) makhluk dari hati kita dan hanya ada kebesaran, kehebatan dan kekuatan (dll) Allah dalam hati kita.
                          Allah kholik. Allah yang maha menciptakan. Apa-apa yang ada di langit, di bumi, di atas langit, di bawah bumi, antara langit dan bumi, yang nampak maupun yang tidak nampak diciptakan oleh Allah SWT.
                          Allah Roziek, Allah yang maha memberi rezeki. Seluruh makhluk yang diciptakan oleh Allah, Allah jamin rezekinya. Dari zaman dahulu sampai akhir zaman Allah lah yang mengatur rezeki seluruh makhluk.
                          Allah Maalik, Allah yang maha berkuasa. Segala sesuatu diatur dalam kekuasaan Allah, semua dalam genggaman Allah SWT.

      Manfaatnya = Barang siapa pada akhir hayatnya menjelang kematiannya mampu ucapkan kalimah Laailahaillah dijamin masuk surganya Allah SWT, Barang siapa lisannya mengucapkan kalimah Laailahaillah Muhammadurrasulullah, hatinya meyakini dan membenarkan serta mengamalkan maksud dan hakikatnya dari kalimat tersebut maka akan masuk surga dari pintu mana saja yang ia mau. Apabila kalimah Laailahaillah ditimbang dengan tujuh lapis langit dan tujuh lapis bumi niscaya timbangan yang berisi kalimah Laailahaillah akan lebih berat maksudnya lebih bermanfaat daripada dunia beserta isinya.
      Cara mendapatkan = Agar tertanam kebesaran Allah, kehebatan Allah dan Keagungan Allah dalam diri kita, maka kita dakwahkan pentingnya kalimah Laailahaillah, kita sering dan senantiasa bicarakan kehebatan, kebesaran dan keagungan Allah, kita buat dan datangi majelis-majelis/khalakoh-khalakoh yang membicarakan tentang pentingnya iman dan amal sholeh. Berdo’a memohon kepada Allah agar diberi hakekat iman yakin akan kalimah Laailahaillah.

       Muhammadurasulullah artinya bahwa Muhammad adalah utusan Allah, sebagai tauladan dalam setiap aspek kehidupan kita untuk mencapai kebahagiaan, kesuksesan  dan keselamatan hidup kita di dunia yang sementara dan di akhirat yang selama-lamanya.

      Maksudnya = Satu-satunya cara untuk mendapatkan kebahagiaan, kesuksesan dan keselamatan hidup di dunia dan di akhirat adalah dengan cara mencontoh pola/perikehidupan Rasulullah SAW.

      Manfaatnya = Dalam suatu mafhum hadist dikatakan “Barang siapa menghidupkan sunnahku  berarti ia cinta kepadaku, barang siapa cinta kepadaku maka akan masuk surga bersamaku. Barang siapa berpegang teguh pada sunnahku dikala rusaknya ummatku maka akan mendapat pahala 100 orang mati syahid. Nanti kata nabi kepada para sahabat di akhir zaman akan ada sekelompok orang/golongan/kaum yang mencontoh dan mengikuti sunnahku mereka tidak melihatku, mereka tidak mendengar perkataanku secara langsung tetapi mereka meyakini dan menghidupkan sunnahku maka mereka itu adalah Saudaraku kata nabi.
 
      Cara mendapatkan = Kita dakwahkan/bicarakan pentingnya, keutamaan dan kehebatan sunnah nabi SAW. Kita latih diri kita untuk menghidupkan sunnah rasulullah SAW dalam setiap aspek kehidupan kita, dalam 24 jam dari bangun tidur sampai kita tidur kembali yakni mengenai imaniyah (iman) kita, ubudiyah (ibadah) kita, mua’amalah (pekerjaan) kita, mu’asyarah (hubungan kita kepada sesama makhluk) dan akhlak kita dengan mencontoh rasulullah SAW.  Dan kita berdo’a kepada Allah agar diberikan kekuatan, hakekat dan istiqomah hidup dengan sunnah Rasulullah SAW.

2.   Sholat khusu’ wal khudu’
      Artinya = Sholat dengan konsentrasi bathin, merendahkan diri dihadapan Allah, yang dilakukan dengan cara Rasulullah SAW. Terdapat 3 (tiga) tertib sholat nabi  (sholat fardhu), pertama dilakukan diawal waktu, kedua dilakukan dimana azan dikumandangkan (di masjid) dan ketiga dilakukan dengan cara berjemaah.

      Maksudnya = Membawa sifat-sifat ketaatan kepada Allah yang ada dalam sholat, kedalam kehidupan kita sehari-hari. Seperti dalam sholat kita merasa dilihat/diawasi, kita tundukkan pandangan/merendahkan diri, kita senantiasa baca al-qur’an, kita senantiasa berzikir/bertasbih, kita ucapkan salam maka demikian juga kita diluar waktu sholat kita hendaknya senantiasa merasa dilihat/diawasi oleh Allah SWT, kita tundukkan pandangan/merendahkan diri, kita senantiasa baca al-qur’an, berzikir/bertasbih dan kita senantiasa ucapkan salam kepada sesama muslim baik yang kita kenal maupun yang tidak kita kenal, karena kita sesama muslim adalah bersaudara, bila jauh kita saling do’a mendo’akan bila dekat kita ucapkan salam, saling kenal mengenal dan saling ingat-mengingatkan tentang pentingnya perkara agama, dunia ini sementara akhirat selama-lamanya.

      Keuntungannya = Dalam alqur’an Allah berfirman (QS Al Ankabut (29) : 45) yang artinya “Sesungguhnya sholat dapat mencegah perbuatan keji dan mungkar”. Apabila sholat kita dapat mencegah diri kita melakukan perbuatan keji dan mungkar maka rakhmat dan keberkahan akan Allah turunkan baik dari langit maupun dari bumi sehingga segala amal perbuatan kita akan menjadi baik, apabila amal kita baik maka segala aspek kehidupan kita akan menjadi baik. Inilah yang harus kita usahakan dalam kehidupan kita. Dan Allah juga berfirman (QS.Al-Baqarah (2):45) yang artinya “Dan carilah pertolongan dengan sabar dan sholat”. Jadi pertolongan Allah kepada kaum muslimin adalah dengan cara sabar dan sholat. Inilah yang perlu kita cari bagaimana sholat dapat memecahkan segala persoalan kehidupan kita. Pertolongan Allah, Nusrotullah akan diturunkan kepada ummat islam apabila sholat kita benar yakni dengan mencontoh bagaimana sholat nabi. Dan sabar akan diperoleh dengan kita melakukan pengorbanan untuk agama Allah, karena akan banyak sekali kendala-kendala rintangan dan hambatan yang akan kita hadapi bila kita menegakkan agama sebagaimana nabi dan para sahabat lakukan, inilah ladangnya tarbiyah,pendidikan untuk kita mendapatkan iman yang benar dan kuat serta mendapatkan sifat sabar. Iman adalah perkara yang sangat penting dalam kehidupan kita, bila sedikit saja iman kita cacat, tidak sempurna maka sangat vatal akibatnya. Dalam alqur’an Allah SWT memerintahkan kepada kita “Hai orang-orang yang beriman, berimanlah kamu”. Artinya kita ini orang islam sudah dikatakan orang yang beriman oleh Allah tapi Allah perintahkan kita untuk beriman lagi/perbaiki iman kita”. Dalam suatu mafhum hadist dikatakan “Apabila mau ilmu maka datangilah dan duduk dalam majelisku tapi kalau kalian mendapatkan iman maka dakwahkan kalimah iman/pergilah berjihad untuk meninggikan kalimatillailahaillah, dakwahkan kebesaran Allah, Kehebatan Allah, keagungan Allah, mengajak ummat kenal dengan Allah, dakwahkan pentingnya sholat khusu’ wal khudu’ dll.
 
      Cara mendapatkannya = Kita senantiasa dakwahkan, kita bicarakan pentingnya sholat khusu’ wal khudu’, kita latih diri kita untuk melakukan sholat yang khusu’, kita perbaiki tertib zahir/gerakan sholat kita mulai dari istinja’, wudhu hingga bacaan-bacaan sholat kita, kita hadirkan kebesaran Allah, keagungan Allah ke dalam hati kita pada saat takbir dan dalam sholat kita, kita belajar untuk menyelesaikan permasalahan kita yakni meminta pertolongan Allah dengan melaksanakan sholat dan kita berdo’a kepada Allah agar Allah memberikan taufik dan hidayahnya sehingga kita dapat melakukan sholat khusu’ wal khudu’.

3.   Ilmu Ma’a Zikir.
      Ilmu artinya = Segala petunjuk yang datang dari Allah SWT melalui baginda Rasulullah SAW.

      Zikir artinya = Mengingat Allah sebagaimana Agungnya Allah dalam setiap suasana dan keadaan apapun juga.

      Maksudnya = Mengamalkan perintahj-perintah Allah dalam setiap saat dan keadaan dengan menghadirkan keagungan Allah dalam hati kita serta dilakukan dengan cara Rasulullah SAW, dan mengetahui hukum-hukum agama, mana yang halal, mana yang haram, mana yang haq, mana yang bathil, mana yang sunnah, mana yang bid’ah, mana yang wajib, mana yang sunnat,makruh,mubah.

      Keuntungannya = Dalam suatu mafhum hadist dikatakan “Barang siapa yang dikehendaki Allah untuk diberi kebaikan, maka Allah akan memberinya kefahaman dalam agama”. Kefahaman dalam agama adalah orang yang diberi ilmu agama dan ia mengamalkan ilmunya, segala aspek kehidupannya disandarkan kepada ketentuan/peraturan agama (Al-qur’an dan Al-hadist). Dalam suatu mafhum hadist yang lain “Barang siapa menempuh jalan untuk menuntut ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga”. Inilah pentingnya kita menuntut ilmu agama, ilmu yang akan menyelematkan kehidupan kita di dunia yang sementara ini, ilmu yang akan membahagiakan kita di dunia dan di akhirat yang hanya kita dapatkan dalam waktu yang sangat singkat yakni di dunia ini sedangkan manfaatnya sangat lama sekali. Inilah pentingnya kita berfikir bagaimana kita berusaha untuk menyelematkan kehidupan kita yang selama-lamanya di akhirat kelak yang tempatnya hanya di dunia yang sementara ini. 1 hari akhirat = 1500 tahun di dunia. Apabila umur kita sekarang ini 60 tahun, baru berapa hari kita di dunia ini ?, bila kita diambil oleh Allah (karena kita ini adalah milik Allah), maka berapa banyak umur kita, kita gunakan untuk beribadah kepada Allah, sementara Allah ciptakan kita semata-mata untuk beribadah kepadanya, memang ibadah bukan sholat saja, zikir, baca alqur’an, puasa, zakat, haji tetapi semua aspek kehidupan kita dikatakan ibadah. Dikatakan ibadah apabila kita mencontoh seluruh aspek klehidupan baginda Rasulullah SAW, mulai dari tidur sampai bangun tidur. Itulah hendaknya kita belajar dan kita praktekkan dalam kehidupan kita karena seluruh aspek kehidupan nabi dikatakan ibadah. Misalnya tidurnya nabi, nabi sebelum tidur sholat taubah, witir, baca alquran, senantiasa berwudhu, menghadap kiblat, baca do’a, tasbihat dan banyak adab-adab tidur nabi yang perlu kita contoh dan bangun tidur ingat kembali kepada Allah dengan bersyukur dan memuji Allah yang telah menghidupkan kita dari mati yang sementara, jadi bukannya ingat dunia, ingat pekerjaan, ingat dagangan kita, ingat pasar, tetapi ingat perintah Allah, apa kehendak Allah terhadap diri kita selanjutnya. Dalam suatu mafhum hadist dikatakan sabda nabi SAW kepada Abu Dzar ra “Wahai Abu dzar! Sesungguhnya kepergianmu untuk mempelajari satu ayat dari kitab Allah, itu lebih baik bagimu daripada melakukan sholat 100 rakaat. Dan sesungguhnya kepergianmu untuk mempelajari satu bab ilmu, apakah dapat diamalkan atau tidak dapat diamalkan, itu lebih baik bagimu daripada melakukan sholat 1000 rakaat.
      Keuntungan zikir = Dalam suatu mafhum hadist dikatakan “Perumpamaan orang yang mengingat Allah (berzikir) dan orang yang tidak mengingat Allah, bagaikan orang hidup dan orang mati”, dalam hadist yang lain “Ingatlah hanya dengan mengingat Allah, hati menjadi tenang” maksudnya dengan senantiasa kita melaksanakan perintah Allah dan menjauhi laranganya yang dilakukan dengan cara Rasulullah SAW dan istiqomah dalam setiap amalan maka kehidupan kita ini akan menjadi tenang dan inilah yang perlu kita usahakan/kita belajar dan kita praktekkan dalam kehidupan kita sehari-hari, dalam hadist yang lain pula dikatakan “Ingatlah kepaku niscaya aku ingat kepadamu”, apabila kita senantiasa ingat kepada Allah dalam suasana dan keadaan apapun juga maka kita senantiasa dalam perlindungan dan pengawasan Allah SWT. Dan berilah peringatan karena memberi peringatan bermanfaat bagi orang-orang yang beriman. Kita ini adalah makhluk yang lemah sering lupa dan banyak tergantung kepada yang lainnya maka hendaklah kita saling ingat-mengingatkan tentang pentingnya perkara-perkara agama.

Cara mendapatkan
Ilmu = Ilmu terbagi menjadi 2 bagian yakni 1).Ilmu fadha’il (ilmu tentang keutaman-keutaman beramal), 2).Ilmu Masa’il (Ilmu Fiqih tentang hukum-hukum agama).
                          Untuk mendapatkan hakekat ilmu fadha’il maka dakwahkan pentingnya ilmu fadh’ail, kita latihan dengan memperbanyak duduk dalam majelis tak’lim ilmu fadha’il, kita ajak orang untuk duduk dalam majelis tak’lim ilmu fadha’il dan kita hadirkan fadhilah/keutamaan/keuntungan amal dalam setiap amal yang kita lakukan dan kita berdo’a kepada Allah agar diberi hajat/perasaan butuh akan ilmu fadha’il.
                          Untuk mendapatkan hakekat ilmu masa’il maka kita dakwahkan pentingnya ilmu masa’il, kita duduk dalam majelis ilmu masa’il, kita bertanya kepada ulama tentang masalah dunia dan masalah agama, berkunjung/bersilaturahim kepada para ulama dan berdo’a kepada Allah agar diberi hajat/perasaan butuh akan ilmu masa’il.

Zikir =      Untuk mendapatkan hakekat zikir maka kita dakwahkan pentingnya zikir yakni ingat kepada Allah dalam setiap suasana, masa dan keadaan apapun juga, kita melihat sesuai dengan yang dikehandaki Allah, mendengar apa yang diridhoi Allah, berbicara apa yang diridhoi Allah, berjalan/melangkah ketempat-tempat yang disukai oleh Allah SWT. Kita latih diri kita berzikir dengan cara istiqomah membaca alqur’an setiap hari, berzikir pagi dan petang dengan membaca tasbihat (Subhanallah wal hamdulillah walailahaillahu wallahuakbar) secara istiqomah sebanyak 100 kali dengan menghadirkan kebesaran, keagungan dan kemahasucian Allah SWT, bersholawat kepada baginda rasulullah SAW sekurang-kurangnya 100 kali sambil menghadirkan perasaan kedalam hati kita betapa besar jasa dan pengorbanan Rasulullah SAW kepada kita. Beristighfar (mohon ampun) sebanyak 100 kali sambil menghadirkan perasaan dalam hati betapa banyak dosa-dosa kita dan betapa Allah maha pengampun, mengamalkan do’a-do’a masnunah dalam kegiatan hidup kita sehari-hari dan berdo’a kepada Allah agar diberi hajat/perasaan butuh kepada dzikir.
     
4.   Ikramul Muslimin       
      Artinya = Memuliakan sesama saudara muslim.
      Maksudnya = Menunaikan hak-hak saudara muslim kita tanpa menuntut hak-hak kita dari mereka.

      Manfaatnya = Dalam suatu mafhum hadist dikatakan “Allah senantiasa menolong hambanya selagi hambanya itu menolong saudaranya’, dalam hadist yang lain “barang siapa menutupi aib saudaranya yang muslim, maka Allah akan menutupi aibnya pada hari kiamat. Dan barang siapa membuka aib saudaranya yang muslim maka Allah akan buka aibnya sehingga Allah akan mempermalukan dirinya disebabkan aibnya dirumahnya sendiri” dan “Senyummu di hadapan saudaramu adalah sedekah bagimu”

      Cara mendapatkannya = selalu dakwahkan pentingnya ikramul muslimin, kita latih diri kita memuliakan sesama muslim dengan cara kita muliakan alim ulama, menghormati orang yang lebih tua, menghargai yang sebaya dan menyayangi yang muda, memberi salam baik kepada orang yang kita kenal maupun kepada orang yang tidak kita kenal serta bergaul dengan orang-orang yang berbeda wataknya dan berdo’a kepada Allah agar dikaruniakan sifat ikramul muslimin.

5.   Ikhlasunniyah             
      Artinya = Memperbaiki, membetulkan dan meluruskan niat

      Maksudnya = Membersihkan niat kita dalam setiap beramal dari niat-niat lain kecuali hanya mencari keridhoan Allah SWT.

      Keuntungannya = Dalam suatu mafhum hadist dikatakan “Sesungguhnya Allah tidak menerima suatu amal kecuali yang disertai keikhlasan dan semata-mata mengharapkan keridhoan Allah SWT, “Sesungguhnya Allah  tidak memandang rupamu dan hartamu, tetapi Allah memandang kepada hatimu dan amalmu” maksudnya juga ketaatan kita kepada Allah dan Rasulnya. Dan nabi berwasiat kepada Mu’azd bin Jabal ketika beliau mengutusnya ke yaman “Ikhlaslah dalam setiap amal agamamu, niscaya dengan keikhlasan itu, amal yang sedikit akan mencukupi”.

      Cara mendapatkannya =  kita dakwahkan pentingnya ikhlas dan memperbaiki niat kita, kita latihan memperbaiki niat dengan cara memeriksa niat kita sebelum beramal, ketika sedang beramal dan setelah beramal (hendaknya tidak disebut-sebut) dan berdo’a kepada Allah agar ditanamkan sifat ikhlas ke dalam hati kita.

6.   Dakwah Wat Tabligh
      Artinya = Dakwah artinya mengajak dan tabligh artinya menyampaikan.
      Maksudnya = Untuk memperbaiki diri kita, iman yakin kita kepada Allah, sholat kita, ibadah kita, akhlak kita dengan mempergunakan harta, diri dan waktu kita sesuai dengan perintah Allah SWT dan untuk menghidupkan agama secara sempurna pada diri kita sendiri dan pada diri seluruh manusia di seluruh alam.

      Keuntungannya = Dalam alqur’an Allah SWT berfirman “Dan siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru (menusia) kepada Allah dan mengerjakan amal shalih dan berkata “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri” (QS.Fushshilat (41):33) dan (QS.Al-Ahzaab 70-71) “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barang siapa mentaati Allah dan rasulnya maka sesungguhnya ia mendapatkan kemenangan yang besar”. Menyeru manusia kepada Allah dan mengatakan perkataan yang baik adalah dengan cara berdakwah yakni mengajak manusia untuk mentaati Allah dan rasulnya dengan melakukan amalan-amalan agama, mislanya mengajak ummat islam untuk melaksanakan sholat secara berjamaah di masjid, apabila hal ini kita lakukan maka Allah SWT akan memperbaiki setiap amalan kita, iman kita, akhlak kita dan seluruh aspek kehidupan kita untuk mencapai kebahagian hidup dunia dan akhirat dan Allah akan ampunkan dosa-dosa kita dan Allah akan beri pahala yang besar atas usaha kita menegakkan agama Allah SWT. Dalam suatu mafhum hadist dikatakan “Barang siapa mengajak menusia kepada petunjuk/amal kebaikan maka ia memperoleh pahal yang sama seperti orang yang mengikutinya (mengamalkan kebaikan itu) tanpa mengurangi pahala mereka yang mengikuti itu sedikitpun” dan Sesungguhnya sepagi sepatang di jalan Allah (Jihad/Berdakwah) lebih baik daripada mendapatkan dunia dan seluruh isinya”
 
      Cara mendapatkannya, selalu dakwahkan pentingnya dakwah dan tabligh, kita latih diri kita untuk melakukan dakwah dan tabligh sebagaimana nabi dan para sahabat lakukan, dengan cara meluangkan waktu kita untuk menegakkan agama Allah dengan harta dan diri kita sendiri, dengan cara tinggalkan kampung halaman kita, anak kita, istri kita, pekerjaan kita, orang tua kita, rumah kita,  untuk beberapa waktu. Hal ini dimaksudkan untuk menghilangkan kesalahpahaman kita bahwa harta kita dan diri kita milik kita tetapi sesungguhnya harta kita dan diri kita adalah milik Allah dan harus kita gunakan sesuai dengan kehendaknya. Dan kita berdo’a kepada Allah agar diberikan hakekat dakwah dan tabligh serta diberikan kekuatan dan senantiasa untuk melakukan dakwah dan tabligh, karena dakwah dan tabligh adalah kerja besar yakni kerjanya para nabi, orang yang dimuliakan oleh Allah, kerja yang dapat membahagiakan hidup ummat manusia baik didunia maupun di akhirat. Kerja ini telah diwariskan oleh  Allah dan baginda Rasulullah SAW kepada ummatnya, sebagaimana dalam firmannya QS.Ali Imran ayat 104 yang artinya “Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebaikan, memerintahkan kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar” dan ayat 110 “Kamu semua adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia menyuruh kepada yang ma’ruf, mencegah dari yang mungkar dan beriman kepada Allah”.

                          Dengan meluangkan waktu kita secara khusus untuk belajar menegakkan agama/usaha/kerja yang dilakukan oleh baginda Rasulullah SAW dan para sahabatnya maka sesuai dengan janji Allah, Allah akan perbaiki iman yakin kita kepada Allah, Allah akan perbaiki ubudiyah kita/ibadah kita, Allah akan perbaiki Mu’amalah kita, mu’asyarah kita dan Akhlak kita dan Allah akan selesaikan permasalahan-permasalahan yang kita hadapi dan Allah akan beri rezeki yang tidak disangka-sangka dan barang siapa membantu agama Allah maka Allah pasti akan bantu kalian.

Itulah sebabnya kenapa kita diwajibkan untuk belajar agama yang batasannya tidak ada selagi masih bernyawa wajib hukumnya untuk belajar agama, siapapun orangnya. Belajar agama ini merupakan suatu keharusan bagi setiap muslim. Sebab bagaimana mungkin seseorang dapat melaksanakan kewajiban agamanya jika tidak dilandasi dengan iman dan pengetahuan tentangnya. Berakidah yang benar, sholat dan puasa tidak dapat dilakukannya sesuai dengan kehendak Allah jika tidak dipelajari tata caranya dan tertibnya. Berbagai pujian dan janji balasan yang istimewa di dunia dan di akhirat akan Allah berikan kepada orang-orang yang berilmu (ulama) yakni orang-orang yang mengamalkan ilmunya dan para penuntut ilmu, karena kerelaan mereka meluangkan waktu untuk kepentingan agama/berkorban dalam agama sehingga dengan adanya pengorbanan dalam agama sebagai ajang latihan/pendidikan atas iman/ilmu yang ada maka akan timbul sifat-sifat ketaatan kepada Allah dan Rasulnya. Dan sifat-sifat ketaatan, ketaqwaan inilah yang harus kita usahakan dalam hidup kita, apabila sifat-sifat ketaqwaan dan ketaatan ini wujud dalam diri kita, maka kita akan dimudahkan oleh untuk melaksanakan dan menyempurnakan amalan-amalan agama.

Dalam belajar agama ini, yang dimaksudkan untuk memperbaiki iman yakin kita, ibadah kita, muamalah kita, mu’asyarah kita dan akhlak kita dengan cara bersilaturrahim kepada saudara-saudara kita dengan mengajak untuk ketaatan kepada Allah dan Rasulnya yakni berdakwah maka akan dapat meningkatkan iman kita dan insya Allah kita akan ketemu banyak orang dengan latar belakang yang berbeda-beda dan watak yang berbeda serta dapat bersilaturrahim dengan para alim ulama dan pengasuh pondok-pondok pesantren untuk mendapat nasehat-nasehat seperti Ustadz Luthfi Al Banjari, Ustadz Abdul Wahid, Ustadz Abdul Naser, KH.Khuzairon, KH.Mukhlisun, Ustad Najib, Ustad Cecep Firdaus dll.

Adapun kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan selama proses belajar ini adalah; taklim wataklum/belajar mengajar menganai fadhilah/keutamaan/keuntungan  baca alqur’an, penghafal alquran, sholat, sholat berjamaah, ancaman bagi orang yang meninggalkan sholat, zikir, keutamaan kalimat Laailahaillah, Tasbihat, Istigfar, dakwah dan tabligh/menyampaikan agama, sadaqah, haji, puasa, ramadhan, iktikaf di masjid, adab-adab kehidupan Rasulullah SAW (tidur, mandi, makan, minum, buang hajat, suami isteri, adab kita di masjid, adab silaturrahmi, adab sesama muslim), kisah-kisah hidup perjuangan Rasulullah SAW dan Para sahabat yang telah berkorban untuk menegakkan agama) dll.


Demikianlah rencana belajar agama yang hendak dilakukan dan hal ini masih sangat terbatas sekali karena belajar agama ini bila dituliskan dalam bentuk tulisan, niscaya tidak akan mampu untuk diungkapkan karena banyak sekali yang semestinya untuk diuraikan karena keterbatasan ruang dan kemampuan, maka dicukupkan sampai disini. Atas segala kekurangannya mohon diikhlaskan dan dimaafkan.

Wassalamu’alaikum Wr.Wb


                                                Yang Berniat Untuk  Tetap  Istiqomah
                                                Dalam Belajar dan Memahami Agama

Islam Hidupku Matiku



Islam adalah hidupku matiku
Lebih kusayang dari diriku sendiri
Aku tidak dapat membedakan Islam dengan diriku
Dengan darah dagingku, dengan akal fikiranku, dengan jiwaku
Dari kecil lagi aku dididik begitu
Kalau aku miskin pun biarlah dengan Islam
Kalau aku kaya pun tetap dengan Islam
Islam darah dagingku
Aku mesti perjuangkan setiap waktu
Aku rasa lapang dan luas dengan Islam
Aku rasa senang dan tenang dengan Islam
Kalau aku diasingkan kerananya, uzlahlah aku
Kalau aku dibuang, berkelanalah aku
Kalau aku dihalang, ibadahlah aku
Di samping menulis idea-ideaku
Aku tidak terasa susah dengan Islam
Bahkan aku rasa kenyang dengannya selalu
Sekalipun fisikal lahirku adakalanya susah dan terhalang
Tuhan, tetapkanlah hatiku dengan Islam
Hidupkan aku dengan Islam
Susah dan payahku dengan Islam
Miskin dan kayaku dengan Islam
Berkawan dan bermusuh pun dengan Islam
Penutupnya hidupku dengan Islam
Islam adalah hidupku matiku
Tuhan, begitulah harapanku dengan-Mu
Kabulkanlah permintaanku Tuhan!