ِإنَّ
الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ
بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِ
اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ
يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَأَشْهَدُ
أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ
عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنِ اهْتَدَى بِهُدَاهُ إِلَى
يَوْمِ الْقِيَامَةِ.
يَا
أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ
إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ.
يَا
أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ نَفْسٍ
وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا
وَنِسَآءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِيْ تَسَآءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنَّ
اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا.
يَا
أَيُّهَا الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا.
يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ
اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا. أَمَّابَعْدُ؛
Segala puji hanya bagi Allah SWT, karena atas rakhmat dan
hidayahnyalah kita semua ini diberikan kekuatan, kesehatan dan berbagai macam
kenikmatan lainnya yang tidak akan mampu kita sebutkan jenisnya dan tidak pula dapat
kita hitung banyaknya. Nikmat terbesar yang Allah berikan kepada kita adalah
nikmat iman dan amal sholeh. Dan nikmat yang lebih besar lagi adalah nikmat
bagaimana diri kita, harta kita, disibukkan dalam perkara agama. Diri kita dan
harta kita dipilih oleh Allah dalam meningggikan kalimah iman (kalimat tauhid),
hakekat dan maksud daripada
kalimah
لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ ُ
Sesungguhnya Allah SWT, telah meletakkan dan
menetapkan bahwa kebahagiaan, kesuksesan, kehebatan dan kejayaan ummat manusia
(islam), ada dalam iman dan amal agama yang sempurna. Iman dan amal agama yang
sempurna adalah iman dan amal agama yang dicontohkan oleh baginda Rasulullah
SAW dan telah diikuti oleh para sahabat radhiallahum ajmain. Sehingga kejayaan,
kehebatan, kesuksesan ummat manusia (islam) ini dalam sejarah di dunia ini
adalah ditandai sejak zaman kepemimpinan bagi Rasulullah SAW diikuti oleh para
sahabat, tabi’ tabiin, tabiut tabiin, waliyullah dan para syuhada sehingga 2/3
dunia dikuasai oleh ummat islam yang hanya digambleng oleh Rasulullah SAW dalam
kurun waktu 23 tahun saja. Sehingga dengan
sempurnanya iman dan amal sholeh walau jumlah ummat islam sedikit namun
disegani, dikagumi dan ditakuti kaum kuffar. Kekuatan, kehebatan, kejayaan
ummat islam bukanlah karena senjata yang canggih, ekonomi yang maju, badan yang
kekar tetapi kejayaan, kehebatan, kekuatan ummat islam karena iman dan amal
yang sempurna sehingga Allah ridho terhadap mereka dan merekapun ridho atas
kehendak Allah dan Rasulnya, sehingga pada setiap suasana dan keadaan Allah
bersama mereka, pertolongan Allah nusrotullah ada bersama mereka.
Ummat islam saat ini belum mampu amalkan
agama dengan sempurna karena lemahnya iman. Parasahabat Radiallahu‘anhum ajmain mampu amalkan agama dengan sempurna karena
memiliki 6 (enam) sifat yang mulia. Ummat saat ini akan mampu amalkan agama dengan
sempurna apabila memiliki 6 (enam) sifat mulia para sahabat. Adapun 6 (enam)
sifat mulia para sahabat tersebut adalah
1.
Yakin akan kalimah iman “Laailahaillah
Muhammadurrasulullah”.
2. Sholat khusu’ wal khudu’
3. Ilmu Ma’a zikir
4. Ikhlasunniyah
5. Ikramulmuslimin
6. Da’wah wattabligh khuruj fi sabilillah
Keenam sifat mulia para sahabat
tersebut bukanlah merupakan kesempurnaan agama, tetapi apabila 6 (enam) sifat
mulia tersebut wujud dalam diri kita, maka kitapun insya Allah akan mampu untuk
mengamalkan agama dengan sempurna. Ke 6 (enam) sifat para sahabat tersebut
memiliki arti, maksud, manfaat dan cara mendapatkannya, yakni
1. Yakin akan kalimah iman
“Laailahaillah Muhammadurrasulullah”.
Arti Laailahaillah = Tiada
tuhan yang berhak disembah selain Allah
Maksudnya = Kita keluarkan kebesaran,kehebatan,kekuatan
(dll) makhluk dari hati kita dan hanya ada kebesaran, kehebatan dan kekuatan
(dll) Allah dalam hati kita.
Allah
kholik. Allah yang maha menciptakan. Apa-apa yang ada di langit, di bumi, di
atas langit, di bawah bumi, antara langit dan bumi, yang nampak maupun yang
tidak nampak diciptakan oleh Allah SWT.
Allah
Roziek, Allah yang maha memberi rezeki. Seluruh makhluk yang diciptakan oleh
Allah, Allah jamin rezekinya. Dari zaman dahulu sampai akhir zaman Allah lah
yang mengatur rezeki seluruh makhluk.
Allah
Maalik, Allah yang maha berkuasa. Segala sesuatu diatur dalam kekuasaan Allah,
semua dalam genggaman Allah SWT.
Manfaatnya = Barang siapa pada akhir hayatnya menjelang kematiannya
mampu ucapkan kalimah Laailahaillah dijamin masuk surganya Allah SWT, Barang
siapa lisannya mengucapkan kalimah Laailahaillah Muhammadurrasulullah, hatinya
meyakini dan membenarkan serta mengamalkan maksud dan hakikatnya dari kalimat
tersebut maka akan masuk surga dari pintu mana saja yang ia mau. Apabila
kalimah Laailahaillah ditimbang dengan tujuh lapis langit dan tujuh lapis bumi
niscaya timbangan yang berisi kalimah Laailahaillah akan lebih berat maksudnya
lebih bermanfaat daripada dunia beserta isinya.
Cara mendapatkan = Agar
tertanam kebesaran Allah, kehebatan Allah dan Keagungan Allah dalam diri kita,
maka kita dakwahkan pentingnya kalimah Laailahaillah, kita sering dan
senantiasa bicarakan kehebatan, kebesaran dan keagungan Allah, kita buat dan
datangi majelis-majelis/khalakoh-khalakoh yang membicarakan tentang pentingnya
iman dan amal sholeh. Berdo’a memohon kepada Allah agar diberi hakekat iman
yakin akan kalimah Laailahaillah.
Muhammadurasulullah artinya
bahwa Muhammad adalah utusan Allah, sebagai tauladan dalam setiap aspek
kehidupan kita untuk mencapai kebahagiaan, kesuksesan dan keselamatan hidup kita di dunia yang
sementara dan di akhirat yang selama-lamanya.
Maksudnya = Satu-satunya cara untuk mendapatkan
kebahagiaan, kesuksesan dan keselamatan hidup di dunia dan di akhirat adalah
dengan cara mencontoh pola/perikehidupan Rasulullah SAW.
Manfaatnya = Dalam suatu mafhum hadist dikatakan “Barang
siapa menghidupkan sunnahku berarti ia
cinta kepadaku, barang siapa cinta kepadaku maka akan masuk surga bersamaku.
Barang siapa berpegang teguh pada sunnahku dikala rusaknya ummatku maka akan
mendapat pahala 100 orang mati syahid. Nanti kata nabi kepada para sahabat di
akhir zaman akan ada sekelompok orang/golongan/kaum yang mencontoh dan
mengikuti sunnahku mereka tidak melihatku, mereka tidak mendengar perkataanku
secara langsung tetapi mereka meyakini dan menghidupkan sunnahku maka mereka
itu adalah Saudaraku kata nabi.
Cara mendapatkan = Kita
dakwahkan/bicarakan pentingnya, keutamaan dan kehebatan sunnah nabi SAW. Kita
latih diri kita untuk menghidupkan sunnah rasulullah SAW dalam setiap aspek
kehidupan kita, dalam 24 jam dari bangun tidur sampai kita tidur kembali yakni
mengenai imaniyah (iman) kita, ubudiyah (ibadah) kita, mua’amalah (pekerjaan)
kita, mu’asyarah (hubungan kita kepada sesama makhluk) dan akhlak kita dengan
mencontoh rasulullah SAW. Dan kita
berdo’a kepada Allah agar diberikan kekuatan, hakekat dan istiqomah hidup
dengan sunnah Rasulullah SAW.
2. Sholat khusu’ wal khudu’
Artinya = Sholat dengan
konsentrasi bathin, merendahkan diri dihadapan Allah, yang dilakukan dengan
cara Rasulullah SAW. Terdapat 3 (tiga) tertib sholat nabi (sholat fardhu), pertama dilakukan diawal
waktu, kedua dilakukan dimana azan dikumandangkan (di masjid) dan ketiga
dilakukan dengan cara berjemaah.
Maksudnya = Membawa sifat-sifat ketaatan kepada Allah
yang ada dalam sholat, kedalam kehidupan kita sehari-hari. Seperti dalam sholat
kita merasa dilihat/diawasi, kita tundukkan pandangan/merendahkan diri, kita
senantiasa baca al-qur’an, kita senantiasa berzikir/bertasbih, kita ucapkan
salam maka demikian juga kita diluar waktu sholat kita hendaknya senantiasa
merasa dilihat/diawasi oleh Allah SWT, kita tundukkan pandangan/merendahkan
diri, kita senantiasa baca al-qur’an, berzikir/bertasbih dan kita senantiasa
ucapkan salam kepada sesama muslim baik yang kita kenal maupun yang tidak kita
kenal, karena kita sesama muslim adalah bersaudara, bila jauh kita saling do’a
mendo’akan bila dekat kita ucapkan salam, saling kenal mengenal dan saling
ingat-mengingatkan tentang pentingnya perkara agama, dunia ini sementara
akhirat selama-lamanya.
Keuntungannya = Dalam
alqur’an Allah berfirman (QS Al Ankabut (29) : 45) yang artinya “Sesungguhnya
sholat dapat mencegah perbuatan keji dan mungkar”. Apabila sholat kita dapat
mencegah diri kita melakukan perbuatan keji dan mungkar maka rakhmat dan
keberkahan akan Allah turunkan baik dari langit maupun dari bumi sehingga
segala amal perbuatan kita akan menjadi baik, apabila amal kita baik maka
segala aspek kehidupan kita akan menjadi baik. Inilah yang harus kita usahakan
dalam kehidupan kita. Dan Allah juga berfirman (QS.Al-Baqarah (2):45) yang
artinya “Dan carilah pertolongan dengan sabar dan sholat”. Jadi pertolongan
Allah kepada kaum muslimin adalah dengan cara sabar dan sholat. Inilah yang
perlu kita cari bagaimana sholat dapat memecahkan segala persoalan kehidupan
kita. Pertolongan Allah, Nusrotullah akan diturunkan kepada ummat islam apabila
sholat kita benar yakni dengan mencontoh bagaimana sholat nabi. Dan sabar akan
diperoleh dengan kita melakukan pengorbanan untuk agama Allah, karena akan
banyak sekali kendala-kendala rintangan dan hambatan yang akan kita hadapi bila
kita menegakkan agama sebagaimana nabi dan para sahabat lakukan, inilah
ladangnya tarbiyah,pendidikan untuk kita mendapatkan iman yang benar dan kuat
serta mendapatkan sifat sabar. Iman adalah perkara yang sangat penting dalam
kehidupan kita, bila sedikit saja iman kita cacat, tidak sempurna maka sangat
vatal akibatnya. Dalam alqur’an Allah SWT memerintahkan kepada kita “Hai
orang-orang yang beriman, berimanlah kamu”. Artinya kita ini orang islam sudah
dikatakan orang yang beriman oleh Allah tapi Allah perintahkan kita untuk
beriman lagi/perbaiki iman kita”. Dalam suatu mafhum hadist dikatakan “Apabila
mau ilmu maka datangilah dan duduk dalam majelisku tapi kalau kalian
mendapatkan iman maka dakwahkan kalimah iman/pergilah berjihad untuk
meninggikan kalimatillailahaillah, dakwahkan kebesaran Allah, Kehebatan Allah,
keagungan Allah, mengajak ummat kenal dengan Allah, dakwahkan pentingnya sholat
khusu’ wal khudu’ dll.
Cara mendapatkannya = Kita
senantiasa dakwahkan, kita bicarakan pentingnya sholat khusu’ wal khudu’, kita
latih diri kita untuk melakukan sholat yang khusu’, kita perbaiki tertib
zahir/gerakan sholat kita mulai dari istinja’, wudhu hingga bacaan-bacaan
sholat kita, kita hadirkan kebesaran Allah, keagungan Allah ke dalam hati kita
pada saat takbir dan dalam sholat kita, kita belajar untuk menyelesaikan
permasalahan kita yakni meminta pertolongan Allah dengan melaksanakan sholat
dan kita berdo’a kepada Allah agar Allah memberikan taufik dan hidayahnya
sehingga kita dapat melakukan sholat khusu’ wal khudu’.
3. Ilmu Ma’a Zikir.
Ilmu artinya = Segala petunjuk yang datang dari Allah SWT
melalui baginda Rasulullah SAW.
Zikir artinya = Mengingat
Allah sebagaimana Agungnya Allah dalam setiap suasana dan keadaan apapun juga.
Maksudnya = Mengamalkan perintahj-perintah Allah dalam
setiap saat dan keadaan dengan menghadirkan keagungan Allah dalam hati kita
serta dilakukan dengan cara Rasulullah SAW, dan mengetahui hukum-hukum agama,
mana yang halal, mana yang haram, mana yang haq, mana yang bathil, mana yang
sunnah, mana yang bid’ah, mana yang wajib, mana yang sunnat,makruh,mubah.
Keuntungannya = Dalam suatu
mafhum hadist dikatakan “Barang siapa yang dikehendaki Allah untuk diberi
kebaikan, maka Allah akan memberinya kefahaman dalam agama”. Kefahaman dalam
agama adalah orang yang diberi ilmu agama dan ia mengamalkan ilmunya, segala
aspek kehidupannya disandarkan kepada ketentuan/peraturan agama (Al-qur’an dan
Al-hadist). Dalam suatu mafhum hadist yang lain “Barang siapa menempuh jalan
untuk menuntut ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga”.
Inilah pentingnya kita menuntut ilmu agama, ilmu yang akan menyelematkan
kehidupan kita di dunia yang sementara ini, ilmu yang akan membahagiakan kita
di dunia dan di akhirat yang hanya kita dapatkan dalam waktu yang sangat
singkat yakni di dunia ini sedangkan manfaatnya sangat lama sekali. Inilah
pentingnya kita berfikir bagaimana kita berusaha untuk menyelematkan kehidupan
kita yang selama-lamanya di akhirat kelak yang tempatnya hanya di dunia yang
sementara ini. 1 hari akhirat = 1500 tahun di dunia. Apabila umur kita sekarang
ini 60 tahun, baru berapa hari kita di dunia ini ?, bila kita diambil oleh
Allah (karena kita ini adalah milik Allah), maka berapa banyak umur kita, kita
gunakan untuk beribadah kepada Allah, sementara Allah ciptakan kita semata-mata
untuk beribadah kepadanya, memang ibadah bukan sholat saja, zikir, baca
alqur’an, puasa, zakat, haji tetapi semua aspek kehidupan kita dikatakan
ibadah. Dikatakan ibadah apabila kita mencontoh seluruh aspek klehidupan
baginda Rasulullah SAW, mulai dari tidur sampai bangun tidur. Itulah hendaknya
kita belajar dan kita praktekkan dalam kehidupan kita karena seluruh aspek
kehidupan nabi dikatakan ibadah. Misalnya tidurnya nabi, nabi sebelum tidur
sholat taubah, witir, baca alquran, senantiasa berwudhu, menghadap kiblat, baca
do’a, tasbihat dan banyak adab-adab tidur nabi yang perlu kita contoh dan
bangun tidur ingat kembali kepada Allah dengan bersyukur dan memuji Allah yang
telah menghidupkan kita dari mati yang sementara, jadi bukannya ingat dunia,
ingat pekerjaan, ingat dagangan kita, ingat pasar, tetapi ingat perintah Allah,
apa kehendak Allah terhadap diri kita selanjutnya. Dalam suatu mafhum hadist
dikatakan sabda nabi SAW kepada Abu Dzar ra “Wahai Abu dzar! Sesungguhnya
kepergianmu untuk mempelajari satu ayat dari kitab Allah, itu lebih baik bagimu
daripada melakukan sholat 100 rakaat. Dan sesungguhnya kepergianmu untuk
mempelajari satu bab ilmu, apakah dapat diamalkan atau tidak dapat diamalkan,
itu lebih baik bagimu daripada melakukan sholat 1000 rakaat.
Keuntungan zikir = Dalam
suatu mafhum hadist dikatakan “Perumpamaan orang yang mengingat Allah
(berzikir) dan orang yang tidak mengingat Allah, bagaikan orang hidup dan orang
mati”, dalam hadist yang lain “Ingatlah hanya dengan mengingat Allah, hati
menjadi tenang” maksudnya dengan senantiasa kita melaksanakan perintah Allah
dan menjauhi laranganya yang dilakukan dengan cara Rasulullah SAW dan istiqomah
dalam setiap amalan maka kehidupan kita ini akan menjadi tenang dan inilah yang
perlu kita usahakan/kita belajar dan kita praktekkan dalam kehidupan kita
sehari-hari, dalam hadist yang lain pula dikatakan “Ingatlah kepaku niscaya aku
ingat kepadamu”, apabila kita senantiasa ingat kepada Allah dalam suasana dan
keadaan apapun juga maka kita senantiasa dalam perlindungan dan pengawasan
Allah SWT. Dan berilah peringatan karena memberi peringatan bermanfaat bagi
orang-orang yang beriman. Kita ini adalah makhluk yang lemah sering lupa dan
banyak tergantung kepada yang lainnya maka hendaklah kita saling
ingat-mengingatkan tentang pentingnya perkara-perkara agama.
Cara mendapatkan
Ilmu = Ilmu terbagi menjadi 2 bagian yakni 1).Ilmu fadha’il (ilmu
tentang keutaman-keutaman beramal), 2).Ilmu Masa’il (Ilmu Fiqih tentang
hukum-hukum agama).
Untuk mendapatkan
hakekat ilmu fadha’il maka dakwahkan pentingnya ilmu fadh’ail, kita latihan
dengan memperbanyak duduk dalam majelis tak’lim ilmu fadha’il, kita ajak orang
untuk duduk dalam majelis tak’lim ilmu fadha’il dan kita hadirkan
fadhilah/keutamaan/keuntungan amal dalam setiap amal yang kita lakukan dan kita
berdo’a kepada Allah agar diberi hajat/perasaan butuh akan ilmu fadha’il.
Untuk
mendapatkan hakekat ilmu masa’il maka kita dakwahkan pentingnya ilmu masa’il,
kita duduk dalam majelis ilmu masa’il, kita bertanya kepada ulama tentang
masalah dunia dan masalah agama, berkunjung/bersilaturahim kepada para ulama
dan berdo’a kepada Allah agar diberi hajat/perasaan butuh akan ilmu masa’il.
Zikir = Untuk mendapatkan
hakekat zikir maka kita dakwahkan pentingnya zikir yakni ingat kepada Allah
dalam setiap suasana, masa dan keadaan apapun juga, kita melihat sesuai dengan
yang dikehandaki Allah, mendengar apa yang diridhoi Allah, berbicara apa yang
diridhoi Allah, berjalan/melangkah ketempat-tempat yang disukai oleh Allah SWT.
Kita latih diri kita berzikir dengan cara istiqomah membaca alqur’an setiap
hari, berzikir pagi dan petang dengan membaca tasbihat (Subhanallah wal
hamdulillah walailahaillahu wallahuakbar) secara istiqomah sebanyak 100 kali
dengan menghadirkan kebesaran, keagungan dan kemahasucian Allah SWT,
bersholawat kepada baginda rasulullah SAW sekurang-kurangnya 100 kali sambil
menghadirkan perasaan kedalam hati kita betapa besar jasa dan pengorbanan
Rasulullah SAW kepada kita. Beristighfar (mohon ampun) sebanyak 100 kali sambil
menghadirkan perasaan dalam hati betapa banyak dosa-dosa kita dan betapa Allah
maha pengampun, mengamalkan do’a-do’a masnunah dalam kegiatan hidup kita
sehari-hari dan berdo’a kepada Allah agar diberi hajat/perasaan butuh kepada
dzikir.
4. Ikramul Muslimin
Artinya = Memuliakan sesama
saudara muslim.
Maksudnya = Menunaikan hak-hak saudara muslim kita tanpa
menuntut hak-hak kita dari mereka.
Manfaatnya = Dalam suatu mafhum hadist dikatakan “Allah
senantiasa menolong hambanya selagi hambanya itu menolong saudaranya’, dalam
hadist yang lain “barang siapa menutupi aib saudaranya yang muslim, maka Allah
akan menutupi aibnya pada hari kiamat. Dan barang siapa membuka aib saudaranya
yang muslim maka Allah akan buka aibnya sehingga Allah akan mempermalukan
dirinya disebabkan aibnya dirumahnya sendiri” dan “Senyummu di hadapan
saudaramu adalah sedekah bagimu”
Cara mendapatkannya = selalu
dakwahkan pentingnya ikramul muslimin, kita latih diri kita memuliakan sesama
muslim dengan cara kita muliakan alim ulama, menghormati orang yang lebih tua,
menghargai yang sebaya dan menyayangi yang muda, memberi salam baik kepada
orang yang kita kenal maupun kepada orang yang tidak kita kenal serta bergaul
dengan orang-orang yang berbeda wataknya dan berdo’a kepada Allah agar
dikaruniakan sifat ikramul muslimin.
5. Ikhlasunniyah
Artinya = Memperbaiki,
membetulkan dan meluruskan niat
Maksudnya = Membersihkan niat kita dalam setiap beramal
dari niat-niat lain kecuali hanya mencari keridhoan Allah SWT.
Keuntungannya = Dalam suatu
mafhum hadist dikatakan “Sesungguhnya Allah tidak menerima suatu amal kecuali
yang disertai keikhlasan dan semata-mata mengharapkan keridhoan Allah SWT,
“Sesungguhnya Allah tidak memandang
rupamu dan hartamu, tetapi Allah memandang kepada hatimu dan amalmu” maksudnya
juga ketaatan kita kepada Allah dan Rasulnya. Dan nabi berwasiat kepada Mu’azd
bin Jabal ketika beliau mengutusnya ke yaman “Ikhlaslah dalam setiap amal
agamamu, niscaya dengan keikhlasan itu, amal yang sedikit akan mencukupi”.
Cara mendapatkannya = kita dakwahkan pentingnya ikhlas dan
memperbaiki niat kita, kita latihan memperbaiki niat dengan cara memeriksa niat
kita sebelum beramal, ketika sedang beramal dan setelah beramal (hendaknya
tidak disebut-sebut) dan berdo’a kepada Allah agar ditanamkan sifat ikhlas ke
dalam hati kita.
6. Dakwah Wat Tabligh
Artinya = Dakwah artinya
mengajak dan tabligh artinya menyampaikan.
Maksudnya = Untuk memperbaiki diri kita, iman yakin kita
kepada Allah, sholat kita, ibadah kita, akhlak kita dengan mempergunakan harta,
diri dan waktu kita sesuai dengan perintah Allah SWT dan untuk menghidupkan
agama secara sempurna pada diri kita sendiri dan pada diri seluruh manusia di
seluruh alam.
Keuntungannya = Dalam
alqur’an Allah SWT berfirman “Dan siapakah yang lebih baik perkataannya
daripada orang yang menyeru (menusia) kepada Allah dan mengerjakan amal shalih
dan berkata “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri”
(QS.Fushshilat (41):33) dan (QS.Al-Ahzaab 70-71) “Hai orang-orang yang beriman,
bertakwalah kamu kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar, niscaya
Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan
barang siapa mentaati Allah dan rasulnya maka sesungguhnya ia mendapatkan
kemenangan yang besar”. Menyeru manusia kepada Allah dan mengatakan perkataan
yang baik adalah dengan cara berdakwah yakni mengajak manusia untuk mentaati
Allah dan rasulnya dengan melakukan amalan-amalan agama, mislanya mengajak
ummat islam untuk melaksanakan sholat secara berjamaah di masjid, apabila hal
ini kita lakukan maka Allah SWT akan memperbaiki setiap amalan kita, iman kita,
akhlak kita dan seluruh aspek kehidupan kita untuk mencapai kebahagian hidup
dunia dan akhirat dan Allah akan ampunkan dosa-dosa kita dan Allah akan beri
pahala yang besar atas usaha kita menegakkan agama Allah SWT. Dalam suatu
mafhum hadist dikatakan “Barang siapa mengajak menusia kepada petunjuk/amal
kebaikan maka ia memperoleh pahal yang sama seperti orang yang mengikutinya
(mengamalkan kebaikan itu) tanpa mengurangi pahala mereka yang mengikuti itu
sedikitpun” dan Sesungguhnya sepagi sepatang di jalan Allah (Jihad/Berdakwah)
lebih baik daripada mendapatkan dunia dan seluruh isinya”
Cara mendapatkannya, selalu
dakwahkan pentingnya dakwah dan tabligh, kita latih diri kita untuk melakukan
dakwah dan tabligh sebagaimana nabi dan para sahabat lakukan, dengan cara
meluangkan waktu kita untuk menegakkan agama Allah dengan harta dan diri kita
sendiri, dengan cara tinggalkan kampung halaman kita, anak kita, istri kita,
pekerjaan kita, orang tua kita, rumah kita,
untuk beberapa waktu. Hal ini dimaksudkan untuk menghilangkan
kesalahpahaman kita bahwa harta kita dan diri kita milik kita tetapi
sesungguhnya harta kita dan diri kita adalah milik Allah dan harus kita gunakan
sesuai dengan kehendaknya. Dan kita berdo’a kepada Allah agar diberikan hakekat
dakwah dan tabligh serta diberikan kekuatan dan senantiasa untuk melakukan
dakwah dan tabligh, karena dakwah dan tabligh adalah kerja besar yakni kerjanya
para nabi, orang yang dimuliakan oleh Allah, kerja yang dapat membahagiakan
hidup ummat manusia baik didunia maupun di akhirat. Kerja ini telah diwariskan
oleh Allah dan baginda Rasulullah SAW
kepada ummatnya, sebagaimana dalam firmannya QS.Ali Imran ayat 104 yang artinya
“Dan hendaklah ada di
antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebaikan, memerintahkan kepada
yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar” dan ayat 110 “Kamu semua adalah
umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia menyuruh kepada yang ma’ruf,
mencegah dari yang mungkar dan beriman kepada Allah”.
Dengan
meluangkan waktu kita secara khusus untuk belajar menegakkan agama/usaha/kerja
yang dilakukan oleh baginda Rasulullah SAW dan para sahabatnya maka sesuai dengan
janji Allah, Allah akan perbaiki iman yakin kita kepada Allah, Allah akan
perbaiki ubudiyah kita/ibadah kita, Allah akan perbaiki Mu’amalah kita,
mu’asyarah kita dan Akhlak kita dan Allah akan selesaikan
permasalahan-permasalahan yang kita hadapi dan Allah akan beri rezeki yang
tidak disangka-sangka dan barang siapa membantu agama Allah maka Allah pasti
akan bantu kalian.
Itulah sebabnya kenapa kita
diwajibkan untuk belajar agama yang batasannya tidak ada selagi masih bernyawa
wajib hukumnya untuk belajar agama, siapapun orangnya. Belajar agama ini
merupakan suatu keharusan bagi setiap muslim. Sebab bagaimana mungkin seseorang
dapat melaksanakan kewajiban agamanya jika tidak dilandasi dengan iman dan
pengetahuan tentangnya. Berakidah yang benar, sholat dan puasa tidak dapat
dilakukannya sesuai dengan kehendak Allah jika tidak dipelajari tata caranya
dan tertibnya. Berbagai pujian dan janji balasan yang istimewa di dunia dan di
akhirat akan Allah berikan kepada orang-orang yang berilmu (ulama) yakni orang-orang
yang mengamalkan ilmunya dan para penuntut ilmu, karena kerelaan mereka
meluangkan waktu untuk kepentingan agama/berkorban dalam agama sehingga dengan
adanya pengorbanan dalam agama sebagai ajang latihan/pendidikan atas iman/ilmu
yang ada maka akan timbul sifat-sifat ketaatan kepada Allah dan Rasulnya. Dan
sifat-sifat ketaatan, ketaqwaan inilah yang harus kita usahakan dalam hidup
kita, apabila sifat-sifat ketaqwaan dan ketaatan ini wujud dalam diri kita,
maka kita akan dimudahkan oleh untuk melaksanakan dan menyempurnakan
amalan-amalan agama.
Dalam belajar agama ini, yang
dimaksudkan untuk memperbaiki iman yakin kita, ibadah kita, muamalah kita,
mu’asyarah kita dan akhlak kita dengan cara bersilaturrahim kepada
saudara-saudara kita dengan mengajak untuk ketaatan kepada Allah dan Rasulnya
yakni berdakwah maka akan dapat meningkatkan iman kita dan insya Allah kita
akan ketemu banyak orang dengan latar belakang yang berbeda-beda dan watak yang
berbeda serta dapat bersilaturrahim dengan para alim ulama dan pengasuh
pondok-pondok pesantren untuk mendapat nasehat-nasehat seperti Ustadz Luthfi Al
Banjari, Ustadz Abdul Wahid, Ustadz Abdul Naser, KH.Khuzairon, KH.Mukhlisun,
Ustad Najib, Ustad Cecep Firdaus dll.
Adapun kegiatan-kegiatan yang akan
dilakukan selama proses belajar ini adalah; taklim wataklum/belajar mengajar
menganai fadhilah/keutamaan/keuntungan
baca alqur’an, penghafal alquran, sholat, sholat berjamaah, ancaman bagi
orang yang meninggalkan sholat, zikir, keutamaan kalimat Laailahaillah, Tasbihat,
Istigfar, dakwah dan tabligh/menyampaikan agama, sadaqah, haji, puasa,
ramadhan, iktikaf di masjid, adab-adab kehidupan Rasulullah SAW (tidur, mandi,
makan, minum, buang hajat, suami isteri, adab kita di masjid, adab
silaturrahmi, adab sesama muslim), kisah-kisah hidup perjuangan Rasulullah SAW
dan Para sahabat yang telah berkorban untuk menegakkan agama) dll.
Demikianlah rencana belajar agama
yang hendak dilakukan dan hal ini masih sangat terbatas sekali karena belajar
agama ini bila dituliskan dalam bentuk tulisan, niscaya tidak akan mampu untuk
diungkapkan karena banyak sekali yang semestinya untuk diuraikan karena
keterbatasan ruang dan kemampuan, maka dicukupkan sampai disini. Atas segala
kekurangannya mohon diikhlaskan dan dimaafkan.
Wassalamu’alaikum Wr.Wb
Yang
Berniat Untuk Tetap Istiqomah
Dalam
Belajar dan Memahami Agama














